Selasa, 02 Juli 2013

Butuh Acara Televisi yang BERMUTU



Butuh Acara Televisi yang Layak Untuk Disimak

Pada kesempatan kali ini saya akan membuat tulisan tentang acara televisi di Indonesia. Bagaimana pendapat kalian tentang acara pertelevisian di Indonesia? Sudah baguskah? Layakkah untuk disimak baik untuk anak kecil sampai dewasa? Saya akan membahas masalah ini secara singkat dan jelas.
Jujur dari lubuk hati yang paling dalam, saya angat miris dengan acara-acara di televisi saat ini. Bagaimana tidak? Gimana enggak? Lihat saja acara televisi yang disuguhkan untuk kita. Tidak jauh dari masalah percintaan yang berlebihan sih kalau menurut saya. Sinetron-sinetron yang menurut saya hanya menjual mimpi kita seakan kita bisa seperti mereka, yang tidak mendidik sama sekali serta tidak ada hikmah yang bias diambil ketika kita menonton acara tersebut.
Kalau menurut saya, acara televisi yang baik dan mendidik itu adalah acara yang bisa ditonton untuk semua umur dan ketika kita menonton acaranya kita bisa mengambil nilai positif dari acara tersebut. bisa memberikan pengaruh positif terhadap kehidupan kita, bukan sebaliknya.
            Banyak acara televisi tentang anak kecil yang sudah mulai suka-sukaan kemudian pacaran dan lain sebagainya, menurut saya itu tontonan yang bobrok sekali karena menjadikan anak dewasa sebelum waktunya. Lihat saja sekeliling kita banyak ‘tante-tante’ yang sesungguhnya belum waktunya mereka menjadi seperti itu. Gaya bicara yang tidak sopan, cara berpakaian yang tidak pada tempatnya, dan jalan ceritanya yang ‘bikin mual’ sih buat saya karena tidak sesuai dengan apa yang terjadi pada kehidupan nyata.
Kemudian tidak hanya acara televisi seperti sinetron atau ftv, iklan pun banyak yang tidak mendidik dan tidak sesuai dengan apa yang mereka iklankan. Seharusnya apa yang ada di televisi secara keseluruhan bisa bermanfaat bagi penikmatnya baik anak-anak maupun dewasa. Kapan yah acara-acara televise di Negara kita bisa bagus dan layak untuk ditonton? Meskipun ada beberapa acara yang memang sangat bermanfaat untuk ditonton dibeberapa channel televisi, tapi tetap saja lebih banyak acara gak jelasnya disbanding acara yang bermutunya. Duh… rasanya udah haus banget akan tontonan jaman kecil yang menarik dan banyak manfaat positif yang dapat diambil. Tidak seperti saat ini, kasihan sekali ya anak-anak jaman sekarang. Saya sangat bersyukur penuh terlahir duluan dibanding anak-anak jaman sekarang. Saya bisa menikmati tontonan yang selayaknya saya tonton dan sesuai umur pastinya juga memberikan manfaat positif dalam kehidupan sehari-hari.
Terkadang saya bingung, begitu susahkah untuk menyuguhkan acara menarik dan mendidik? Segitu kehabisan idekah untuk membuat tontonan yang bisa membangun karakter warga Negara kita? Sulit memang untuk diwujudkan jika sudah menjamur seperti ini.
Tapi sekali lagi saya tegaskan, saya (mungkin bukan hanya gw) amat sangat merindukan masa kecil yang dipenuhi acara-acara segar, menarik dan sesuai umur saya. Ketika di minggu pagi acara kartun berserakan seperti Crayon Shinchan, Doraemon, Chibi Maruko Chan dan masih banyak lagi yang sudah menyambut untuk segera disaksikan.
Saya pun sempat membaca sebuah artikel yang isinya seperti ini :
Hak publik mendapatkan tayangan yang bermutu dinilai semakin tersisih. Program televisi dewasa ini memiliki banyak konten negatif. Masyarakat TV Sehat merangkum beberapa konten tayangan yang kurang bermutu, berselera rendah, tidak mendidik, memprihatinkan dan mengkhawatirnya. ''Tayangan televisi lebih banyak konten negatif,'' kata Pembina Masyarakat TV Sehat, Fahira Idris. Tayangan itu sangat banyak. Komisioner KPI Pusat Azimah Subagyo menuturkan, evaluasi tayangan di televisi yang tidak baik dan mendapat teguran. Ada sekitar 286 sisi pelanggaran dalam tayangan yang ditonton oleh sekitar 250 juta masyarakat Indonesia itu. Secara umum, tambah Azimah, diantaranya yaitu tayangan gosip yang bukan urusan publik, kekerasan dalam berita kriminal juga film baik kartun mau pun sinetron, acara mistis klenik, iklan yang menampilkan hedonisme dan perilaku konsumtif.  Selain itu acara talkshow yang hanya menjadi hiburan semata, malah mempertontonkan keburukan verbal, bully bahan candaan, menyerempet pornografi, asusila dan tayangan lain yang tidak sesuai dengan kultur Indonesia yang mengedepankan kesopanan. 
''Seharusnya tayangan televisi menjadi sumber wawasan, pembelajaran, dan inspirasi,'' kata Azimah. Hal tersebut menjadi catatan penting untuk media penyiaran. Namun, tambahnya, masyarakat pun dinilai paling berperan dalam memilih program yang lebih baik untuk dirinya dan lingkungannya. 
Kita sebagai warga Negara Indonesia, berhak mendapatkan acara televisi yang layak untuk disimak dan bermutu. Bukan acara yang hanya menjual mimpi dan gak bermutu banget seperti sinetron yang akan merusak karakter anak bangsa.
Harapan saya untuk kedepannya, semoga Indonesia bisa memberikan tontonan yang bermutu bagi kita. Itu aja sih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar